Meskipun dia sahabatku, aku tetap berusaha bersikap profesional terhadap karyanya. Masalahnya karyanya
...Meskipun dia sahabatku, aku tetap berusaha bersikap profesional terhadap karyanya. Masalahnya karyanya itu banyak yang payah sehingga membuat ku terus menolak karyanya.
"Jadi gini, inti ceritanya, ada 3 orang sahabat,,katakanlah si X, Y, dan Z. Suatu ketika, Z mati dan X mengetahui bahwa Y adalah pembunuhnya. Tapi tidak bisa apa apa karena anaknya si Y disandra oleh si X, pada akhirnya si X juga dibunuh karena Y ingin menutupi semuanya. " Katanya lalu menunggu ekspressiku.
"duh gimana ya? kurang unsur twistnya, terlalu klise, dan mudah tertebak... dan juga menurutku ceritamu kurang seram..." kataku sambil agak ragu mengatakannya.
"TOLOOOONNGG,,,!!!" tiba-tiba saja terdengar seseorang berteriak . "Ada laki-laki gemuk berlumuran darah dikamar mandi,, sepertinya dia sudah mati" katanya agak gagap.
"Jangan-jangan Angga", aku baru sadar dia dari tadi belum kembali dari toilet.
"Tuh kan,,,buktinya tidak tertebak??? ... hheheh" kata Wahyu terkekeh.
"Kau.. JANGAN JANGAN KAU...!!! " Aku tercekat menatapnya yang tertawa sambil mengeluarkan gelang yang biasa anakku pakai dari kantungnya..
"Bagaimana menurutmu sekarang. apakah ceritaku masih KURANG MENAKUTKAN????" Kata Wahyu.
No comments:
Post a Comment