ane saja kaget.. setelah masuk ke website kristen yang isinya kecemburuan terhadap agama yudaisme karena tidak memiliki larangan riba, makanya orang barat juga benci yahudi, karena yahudi tidak mengenal riba dalam agama yudaisme
berikut agama-agama yang melarang
ane saja kaget.. setelah masuk ke website kristen yang isinya kecemburuan terhadap agama yudaisme karena tidak memiliki larangan riba, makanya orang barat juga benci yahudi, karena yahudi tidak mengenal riba dalam agama yudaisme
berikut agama-agama yang melarang dan tidak ada istilah riba:
- Islam = Riba itu haram
- Kristen (katolik, protestan, dll) = Riba itu dilarang (tapi ada beberapa yang masih bisnis perbankan, contohnya tionghoa di indonesia)
- Yudaisme = Riba tidak dilarang, atau diperbolehkan terutama kepada ghoyim (orang yang bukan yahudi), dan tidak dikenakan bunga terhadap sesama etnis yahudi. (jadi yang diberi bunga cuma non-yahudi, yang tidak diberi bunga ya yahudi)
- Buddhisme = tidak mengenal istilah tersebut
- Hindu = tidak mengenal istilah tersebut
- Taoisme = tidak mengenal istilah tersebut
- Baha'i = tidak dianjurkan, tapi boleh jika untuk membantu usaha, (gak boleh menjadi pemberi riba-nya, penikmatnya boleh)
- Shinto = tidak mengenal istilah tersebut
- Confucius (Konghucu) = tidak mengenal istilah tersebut
- Atheist/Agnostic/Tidak Menganut Agama = bodo amat gak ada larangan-larangan atau peraturan dalam hidupnya
jadi sebenarnya orang barat yang kristen 'taat' itu memang gerah sama kaum yahudi yang sukses-sukses di negara mereka, karena mereka berpikir yahudi sukses karena mereka mayoritas bekerja di bidang finansial yang kebanyakan mengandung riba, sedangkan di kitab kristen itu dilarang.
Riba atau Usury dalam bahasa inggrisnya, dilarang di dalam agama Islam dan Kristen, WALAUPUN ada beberapa orang yang menganut kristen tetap melakukan dosa ini, mungkin dia kurang taat atau memang 'cherry picking' dalam ayat-ayat.. ya kayak muslim ngakunya muslim tapi minum alkohol padahal haram.. kan tiap orang berbeda
Jadi gak aneh gan kenapa muslim dan kristen sangat sirik melihat kesuksesan yahudi, karena rahasianya, kaum yahudi diperbolehkan untuk bisnis yang mengandung Riba atau Usury tapi dia justru dilarang melakukan praktek Ribawi tersebut kepada sesama yahudi.
jadi jelas kan kenapa bisnis yahudi seperti DKNY (Dona Karan New York), Nike (Phil Knight), Facebook (Mark Zuckerberg), Google (Sergey Brin & Larry Page), Polo Ralph Lauren (Ralph Lauren), Estee Lauder (Estee Lauder), Calvin Klein (Calvin Klein), Levi's (Levi Strauss), Dell (Michael Dell).
kok ane gak nyebutin McDonald atau Coca-Cola, bukannya itu produk yahudi ? kan sering kita denger Jangan Beli Coca-Cola itu Produk Yahudi atau Jangan Beli McDonald itu produk Yahudi. SALAH!!! McDonald dan Coca-Cola itu bukan milik orang yahudi atau buatan orang yahudi. McDonald dan Coca-Cola buatan asli orang amerika kaukasian (atau BULE)
Nah ini ada Rahasianya nih gan!!
rahasianya yaitu, Yahudi itu sukses di dunia bisnis karena dia justru mempraktikan hukum ekonomi islam tapi hanya saja dia menggunakan hukum ekonomi islam hanya terhadap kaumnya sendiri yaitu sesama yahudi, tapi dia memberi bunga pinjaman kepada ghoyim atau non-yahudi. apalagi persatuan orang yahudi itu termasuk kuat setelah itu disusul oleh kaum tionghoa yang persatuannya juga kuat di mancanegara jelas mereka superior
Nah ada rahasia lagi nih gan
Nah, ternyata ane perhatikan di dunia bisnis Tionghoa mereka juga seperti itu, mereka akan memberikan bunga pinjaman kepada orang-orang non-tionghoa. tapi dia akan memudahkan atau tidak memberi bunga pinjaman kepada sesama tionghoa.
Nah, ane ingin berpesan. Kalau juragan peduli dengan nasib Muslim di dunia ini. Maka lakukanlah bisnis atau berniaga dengan hukum islam yaitu di Bank Syariah. Karena Bank Syariah tidak ribawi. Dan Halal.
justru kalau juragan meminjam dana kepada Bank Syariah, maka juragan meniru tionghoa dan yahudi terhadap kaumnya sendiri.. justru juragan dibantu dengan sistem tersebut.
tapi sayangnya muslim-muslim di Indonesia tidak sadar akan hal ini...
mulai sekarang tinggalkan Bank Konvensional, Bergabunglah bersama Bank Syariah!
No comments:
Post a Comment